Tampilkan postingan dengan label Bajaj-Kawasaki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bajaj-Kawasaki. Tampilkan semua postingan

Pabrikan Eropa tak Ragu dengan India. Tanya Kenapa ?

 GS-250 cc ? bukan tidak mungkin akan dirilis BMW-TVS

Mboh, saya juga gak tahu. Dari KTM yang rela dimadu oleh Bajaj. BMW yang sudi bermesra-an bareng TVS, atau Ducati yang hampir kena gebet Hero corp. Adalah beberapa merk motor eropa kenamaan yang telah sudi berbagi badan dengan merk India. You know lah citra KTM-Austria sama BMW motorad (Jerman), sangat baik citranya. Terlalu baik malah, tapi mengapa mereka mau berbau-bau India ? Terus dari sisi jualan motor aja (maksudya bukan in state production, cuman jualan tok) ada Ducati, Piaggio, Royal enfield, terus yang terakhir ada Triumph, pabrikan motor asal Inggris, juga ikut-ikutan meramaikan pasar motor roda dua di India. Amazing, sebegitu legit-kah India ?


 Masih hangat, Pulsar 200ns, kolaborasi ciamik Bajaj-KTM

Lah, bukan kah di Indonesia pun ada ATPM-ATPM resmi yang jual merk-merk tersebut ? betul, tapi gak sebanyak di India. Itupun variannya terbatas, klo mau lebih harus lewat importir umum (IU). Berbeda dengan India, para enthusiast disana seakan-akan begitu dimanjakan dengan beragamnya pilihan jenis motor. Ditambah lagi, hampir rata-rata pabrikan motor Jepang lebih suka me-launching produk terbarunya di negeri amita bachan itu. Kenapa coba ? sedangkan di Indonesia sendiri, ambillah contoh  pabrikan Yamaha yang jelas-jelas pasar Indonesia adalah tulang punggung penjualan mereka, jualannya 'cuma' motor-motor kelas entry level semua. Klo ada yang mo beli Yamaha R1, ya harus lewat IU. Jangankan yamaha R1, wong jualan motor seperempat liter aja baru kepikiran kemarin sore. Mengecewakan. Gak cuma Yamaha tapi Honda dan Suzuki pun demikian. Hanya Kawasaki yang sejauh ini mau jualan motor ber-cc besar di negeri ini (sekalipun masih CBU). Yang lain ?... besok katanya.

Beli moge di dealer lokal ? ngimpi...

Jika dibanding-bandingin sama negri tercinta, Indonesia raya ini, sama kok. Bahkan mungkin dari sisi 'taste' boleh dibilang biker Indonesia lebih baik, hehe... imho. Tapi mengapa mereka lebih memilih India ? Memang sih, pangsa pasar masih lebih besar negri tersebut. Maklum, wong pasar sepeda motor terbesar ke-2 setelah China adalah India. Indonesia ? persis dibawahnya, pasar sepeda motor terbesar ke-3 setelah India. Apa mungkin karena besarnya pajak di negeri ini ? lho, justru klo pabrikan mau bikin di dalam negeri, setidaknya CKD lah, maka harga jual akan terpangkas. Lebih murah, lebih kebeli. Birokrasi yang njlimet khas negeri koruptor ? Klo itu saya tidak tahu. Atau mungkin malah pabrikan tersebut yang terlalu meremehkan pasar Indonesia ? who knows...

 Mungkin AHM berpikir klo orang Indonesia hanya mampu beli matic/bebek

Terakhir, dalam kondisi normal, menomor dua kan pasar Indonesia adalah sebuah kesalahan, imho.

Last (the 2nd), cmiiw...


readmore »»  

[part-2] Perbandingan Dimensi Honda CB150R Streetfire vs Kawasaki Bajaj Pulsar 200ns

Impresi fisik CB150R vs Pulsar 200ns (Eme si Duaji, FB Group Pulsar 200ns Indonesia)

Lagi, setelah sebelumnya membahas Perbandingan Dimensi Yamaha New Vixion Lightning vs Kawasaki Bajaj Pulsar 200ns, kali ini bro Eme si Duaji mencoba menyandingkan Kawasaki Bajaj Pulsar 200ns-nya dengan jagoan jepun yang lain, Honda CB150R Streetfire. Gimana ? kayak kakak adik ya ?

Thanks buat bro Eme di Duaji atas sharingnya, sekali lagi saya colong gambarnya disini, hehe.... ditunggu poto-poto komparasi lainnya. ^_^

readmore »»  

[part-1] Perbandingan Dimensi Yamaha New Vixion Lightning vs Kawasaki Bajaj Pulsar 200ns

Impresi fisik NVL vs Pulsar 200ns (Eme si Duaji, FB Group Pulsar 200ns Indonesia)

Gambar hasil nyolong di wall-nya FB Group pulsar 200ns Indonesia, postingan dari brader Eme si Duaji. Disini terlihat bahwa dimensi Kawasaki Bajaj Pulsar 200ns (arrggghhh... namanya panjang benerrr... ::hammer::) lebih besar dibandingkan Yamaha New Vixion Lightning. Sangat terlihat jelas sekali perbadaannya.

Kesimpulannya, secara dimensi Kawasaki Bajaj Pulsar 200ns sangat tidak recomended bagi rider bertinggi di bawah 165 cm, imho. Meskipun masih bisa dinaiki, tapi dipastikan kaki-kaki akan jinjit balet parah. Hal ini tentunya akan sangat berbahaya jika sang rider berhenti di tempat-tempat yang tidak kondusif karena dikhawatirkan akan rawan ambruk. Apalagi bobot Kawasaki Bajaj Pulsar 200ns terbilang beraaattt...

But, jika memang masih ngebet sama Kawasaki Bajaj Pulsar 200ns, kendala tersebut masih bisa diakali kok. Salah satunya dengan papas jok seperti yang dibahas di artikelnya kang iwan disini. Gimana ?


readmore »»  

Pulsar 200NS akan Memakai Logo Kawasaki ?


 Kawasaki 200NS ?

Salah satu alasan kenapa Pulsar kurang/enggan diterima di market Indonesia adalah nama BAJAJ yang aseli merk India. Memang, bagi keumuman konsumen roda dua di Indonesia, Sepertinya ada yang kurang dengan nama BAJAJ, apalagi nama tersebut lebih identik dengan moyangnya yang masih suka gentayangan di jalanan ibukota, BAJE 2/3 (2 tak, 3 roda. hehe...).

 
 Identik dengan jambakan setannya motor sport nan kenceng


Hal ini kiranya dipahami betul oleh pihak BAJAJ, makanya untuk produk flagship BAJAJ, Pulsar 200NS, yang akan dijual melalui jaringan Kawasaki, rumornya tidak akan memakai logo BAJAJ tetapi Kawasaki. Tidak hanya itu saja, khusus untuk Pulsar 200NS yang akan di jual di Indonesia ini dikabarkan berbeda dengan Pulsar 200NS yang dijual di negara-negara lain, ada sedikit improvement dari pabrikan Kawasaki pada produk ini. Sayang, bagian mana saja yang di iimprove masih gelap informasinya.

 Gak ada tempat untuk merk ini

Dengan beberapa update perubahan ini, pihak BAJAJ sepertinya cukup pede untuk melempar Pulsar 200NS ke pasar mid sport indonesia yang super duper panas. Buktinya mereka merencanakan akan memasarkan sekitar 12.000 unit  Pulsar 200NS untuk tahap pertama (kepedean gak neh ?). So, benarkah rumor ini ? dan apakah Pulsar 200NS mampu merangsek ke pasar mid sport Indonesia ? kita tunggu saja....
readmore »»  

Buruknya Culture BAJAJ (BAI)

Jika memang apa yang dikatakan Dinesh Kulkam di link inibenar (di mana BAJAJ akan bersinergi dengan Kawasaki demi memantapkan penjualan produk-produk mereka), semetinya ada masa tenggang untuk memaintain konsumen lama. Semestinya ada masa transisi untuk mengalihkan perhatian para BAJAJ owner dari dealer BAJAJ ke dealer Kawasaki. Ya… tidak main tutup dealer saja tanpa ada pemberitahuan dan penjelasan.
Dealer BAJAJ kesekian yang ditutup oleh pemiliknya (sumber : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=640643175961242&set=o.202549213107160&type=1&theater)

Alhasil kegalauan akut melanda sabagian besar BAJAJ owner. Tak segan-segan diantara mereka ada yang buru-buru melego tunggangannya dengan harga yang fantastis (rendahnya) setelah mendengar akan lenyapnya BAJAJ dari Indonesia. Hal ini tentu saja sangat merugikan konsumen BAJAJ secara materi. Belum lagi kerugian psikis yang harus ditanggung. Disadari atau tidak apa yang terjadi seakan-akan menggambarkan betapa bodohnya para BAJAJ owner yang mau dikadalin oleh BAI. Ibarat korban mocin djilid 2. Agak mengada-ada memang tapi it’s true… setidaknya itulah yang tersurat di ranah blogosphere akhir-akhir ini. 
BAJAJ. Oportunis, egois, pragmatis, careless dan sombong nampak jelas dalam kasus ini.

Hal lain yang bisa kita tarik disini adalah, betapa buruknya culture BAJAJ (BAI). Dari yang oportunis (pinter/suka mengambil kesempatan dalam kesempitan), egois (mementingkan diri sendiri), careless (gak pedulian) pragmatis (mikirnya terlalu simple, gak mo mikir dua kali) sampai yang arogan (sombong). Silahkan dijabarkan sendiri-sendiri.

Lalu apa arti culture ? culture bisa berarti budaya, kebiasaan ataupun jalan hidup. CMIIW


readmore »»