HRC Rilis Honda RCV1000

Honda RCV1000 2014, bakal motor team CRT musim depan (ducati.org)

HRC (Honda Racing Corporation), divisi balap dari Honda, merilis motor balap untuk musim 2014, Honda RCV1000. Motor ini rencananya akan diperkenalkan secara resmi kepada publik pada gelaran terakhir motoGP 2013 di Valencia - Spanyol, akhir pekan ini.

 Tampilan dashboard Honda RCV1000 (ducati.org)

Motor ini akan dijual untuk dimiliki (sebelumnya HRC hanya menyewakan motor sejenis seharga $ 4 juta atau sekitar Rp. 46M -coba bantu cek, ini angkanya bener gak sih ?- kepada tim-tim satelit motoGP, dimana salah satu ketentuannya bahwa tim-tim tersebut dilarang untuk melakukan perubahan di sektor engine, serta mereka harus mengembalikan mobil tersebut kepada HRC di akhir kompetisi) dengan harga awal sekitar $1.6 juta (sekitar Rp 18 milyar) di tahun pertama. Kemudian ditahun kedua mereka harus membayar $ 760 ribu (sekitar Rp 8,7 milyar) untuk mendapatkan paket upgrade dari HRC. Setelah dua tahun tim tersebut boleh memiliki Honda RCV1000 tersebut, tidak perlu mengembalikannya ke HRC. Hanya saja selama dua tahun, mesin Honda RCV1000 tidak boleh dikilik sedikitpun karena semua perawatan mesin akan tetap menjadi tanggung jawab HRC. Tim hanya diperbolehkan untuk memodifikasi sektor suspensi dan pengereman. Whatt..??? Lha terus gimana caranya bisa menang lawan tim pabrikan ya ? lha wong yang nyeting mesin bukan mekanik tim satelit sendiri melainkan mekaniknya tim pabrikan, HRC. Mboh, horrra weruh nak kui, hehe...

Menurut Shuhei Nakamoto,  Executive Vice President of HRC " Proyek ini sangat penting bagi Honda. mengingat saat ini gap antara tim pabrikan dan tim CRT di sirkuit terlalu jauh. Menurut kami inilah jalan terbaik untuk membantu mereka, inilah konsep utama kami. Target kami adalah untuk memproduksi mesin yang kompetitif dengan harga yang masuk akal". Tapi hanya mengurangi gap saja lho ya, untuk mengalahkan tim pabrikan... tunggu dulu. Butuh keajaiban, hehe...

Knalpot undertail Honda RCV1000 (ducati.org)

Honda RCV1000 diklaim sanggup memuntahkan tenaga sebesar 234 HP pada 16000 rpm (sebagai perbandingan, Kawasaki Ninja 250 memiliki power 26 hp) dengan torsi 110 Nm pada 14000 rpm. Berbeda dengan Honda RCV213V punyake mas Marc Marquez, Honda RCV1000 tidak dilengkapi sheamless girbox dan pneumativ valve. Dengan demikian Honda RCV1000 tetap memakai girbox konvensional serta per klep standar. Pada bagian elektroniknya, Honda RCV1000 dilengkapi ECU dan software dari Marelli.

Last, cmiiw... terutama untuk harganya. Masih tidak percaya saya @_@...

readmore »»  

Mabua Harley-Davidson Semarang, Dealer Motor Termegah

 3D render Mabua Harley-Davidson Semarang (google+ MHD)

Yaa... setidaknya yang pernah saya lihat. Meskipun menurut beberapa sumber, dealer ini masih nomor dua terbesar setelah Jakarta. Tapi ada juga yang bilang kalau Mabua Harley-Davidson Semarang merupakan dealership Harley-Davidson terbesar di Indonesia., mboh mana yang bener... mungkin ada punggawa Mabua Harley-Davidson yang berkenan mengklarifikasi hal ini ?


 Display HD (bisnis-jateng.com)

Overall, secara arsitektural gedung Mabua Harley-Davidson (MHD) Semarang ini sangat mengesankan. Apalagi diperkuat dengan pemilihan lokasi yang cukup dramatis, dimana posisi siteplan berada di ketinggian, semakin memperkuat kesan megah tersebut.

 View dari seberang Jl. Dr. Wahidin (google+ MHD)

Bangunan dealer yang beralamat di Jl. Wahidin No. 93 ini sebenarnya sudah dibangun dan beroperasi lebih dari setahun yang lalu. Mulai dibuka tepatnya tanggal  16 April 2012 menggantikan dealer lama yang berada di jalan Puri Anjasmoro G-1 / 5, Semarang. Kok baru di posting sekarang ? Lha wong lihatnya juga baru kemarin itupun gak sengaja, hehe...


Minimalis-modern dengan permainan warna yang ciamik (google+ MHD)

Dikerjakan oleh Kontraktor  PT. Trimata Liguna dengan konsultan PT. Anugrah Karisma Mandiri serta manajemen proyek oleh S.A.R Planning & project, MHD Semarang dibangun di atas lahan seluas 1.300 meter persegi berupa bangunan lima lantai yang terdiri atas basement untuk parkir sebanyak 200 motor, lantai satu untuk display motor Harley-Davidson, spare parts, dan aksesoris. Lantai dua untuk kafe, tiga untuk kantor, dan empat untuk kamar tidur.

Meski posisi dibelakang, detail kreatif tetap diperhatikan (google+ MHD)

Dengan fasilitas selengkap ini tentunya MHD Semarang akan menjadi destinasi yang cocok untuk disinggahi, utamanya para HD lovers yang melintasi Semarang.

last, cmiiw...


readmore »»  

Rombongan Moge Harley Davidson Kecelakaan di Ngawi

Rombongan harley davidson -ilustrasi- (http://edorusyanto.wordpress.com)

Pagi-pagi berangkat kerja ketemu rombongan Harley Davidson dalam jumlah yang cukup banyak (sepertinya) sedang mengarah ke Solo/Yogya. Waktu itu gak terlalu perhatian, lha wong gak begitu suka ma bentuknya HD. Gimanaa gitu, hehe... (no offense, selera pribadi)... e, lha kok malem-malem ada berita rombongan HD kecelakaan. Apakah rombongan yang tadi pagi ya ?

Menurut kompas.com, serombongan konvoi HD terlibat kecelakaan dalam perjalanan dari Solo menuju Ngawi di Jalan Raya Solo-Ngawi, Desa Kuwu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (6/11/2013). Setidaknya ada empat korban mengalami luka berat dalam kecelakaan tersebut.

 Akhiyar karim (47), pengendara HD yang terlibat kecelakaan (kompas.com)

Diduga penyebabnya adalah senggolan antara sesama peserta konvoi. Harley Davidson Road King dengan nopol B 6232 SAD yang dikendarai Akhiyar Karim (47), warga Pondok Indah, Jakarta, bersenggolan dengan temannya hingga terjatuh. Sayangnya, menurut beberapa sumber, motor Akhiyar masih tetap melaju sendiri hingga menabrak dua sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.Dua kendaraan itu adalah Yamaha Vega yang dikendarai Sujiyo (58), warga  Semarang, dan Yamaha Vega yang dikemudikan warga Ngawi, Samsuri (25), yang membonceng Adelia Sesa Kencana (2,5).

Akhiyar sendiri merupakan salah satu dari 200 anggota rombongan Konvoi Harley Davidson yang hendak menuju ke Bali.Rombongan besar ini terbagi menjadi lima kelompok yang masing-masing terdiri dari 40 hingga 50 moge. 

last, cmiiw.

sumber


readmore »»  

Pabrikan Eropa tak Ragu dengan India. Tanya Kenapa ?

 GS-250 cc ? bukan tidak mungkin akan dirilis BMW-TVS

Mboh, saya juga gak tahu. Dari KTM yang rela dimadu oleh Bajaj. BMW yang sudi bermesra-an bareng TVS, atau Ducati yang hampir kena gebet Hero corp. Adalah beberapa merk motor eropa kenamaan yang telah sudi berbagi badan dengan merk India. You know lah citra KTM-Austria sama BMW motorad (Jerman), sangat baik citranya. Terlalu baik malah, tapi mengapa mereka mau berbau-bau India ? Terus dari sisi jualan motor aja (maksudya bukan in state production, cuman jualan tok) ada Ducati, Piaggio, Royal enfield, terus yang terakhir ada Triumph, pabrikan motor asal Inggris, juga ikut-ikutan meramaikan pasar motor roda dua di India. Amazing, sebegitu legit-kah India ?


 Masih hangat, Pulsar 200ns, kolaborasi ciamik Bajaj-KTM

Lah, bukan kah di Indonesia pun ada ATPM-ATPM resmi yang jual merk-merk tersebut ? betul, tapi gak sebanyak di India. Itupun variannya terbatas, klo mau lebih harus lewat importir umum (IU). Berbeda dengan India, para enthusiast disana seakan-akan begitu dimanjakan dengan beragamnya pilihan jenis motor. Ditambah lagi, hampir rata-rata pabrikan motor Jepang lebih suka me-launching produk terbarunya di negeri amita bachan itu. Kenapa coba ? sedangkan di Indonesia sendiri, ambillah contoh  pabrikan Yamaha yang jelas-jelas pasar Indonesia adalah tulang punggung penjualan mereka, jualannya 'cuma' motor-motor kelas entry level semua. Klo ada yang mo beli Yamaha R1, ya harus lewat IU. Jangankan yamaha R1, wong jualan motor seperempat liter aja baru kepikiran kemarin sore. Mengecewakan. Gak cuma Yamaha tapi Honda dan Suzuki pun demikian. Hanya Kawasaki yang sejauh ini mau jualan motor ber-cc besar di negeri ini (sekalipun masih CBU). Yang lain ?... besok katanya.

Beli moge di dealer lokal ? ngimpi...

Jika dibanding-bandingin sama negri tercinta, Indonesia raya ini, sama kok. Bahkan mungkin dari sisi 'taste' boleh dibilang biker Indonesia lebih baik, hehe... imho. Tapi mengapa mereka lebih memilih India ? Memang sih, pangsa pasar masih lebih besar negri tersebut. Maklum, wong pasar sepeda motor terbesar ke-2 setelah China adalah India. Indonesia ? persis dibawahnya, pasar sepeda motor terbesar ke-3 setelah India. Apa mungkin karena besarnya pajak di negeri ini ? lho, justru klo pabrikan mau bikin di dalam negeri, setidaknya CKD lah, maka harga jual akan terpangkas. Lebih murah, lebih kebeli. Birokrasi yang njlimet khas negeri koruptor ? Klo itu saya tidak tahu. Atau mungkin malah pabrikan tersebut yang terlalu meremehkan pasar Indonesia ? who knows...

 Mungkin AHM berpikir klo orang Indonesia hanya mampu beli matic/bebek

Terakhir, dalam kondisi normal, menomor dua kan pasar Indonesia adalah sebuah kesalahan, imho.

Last (the 2nd), cmiiw...


readmore »»  

Honda Rebel 250 Twin Cylinder, Tandem Sempurna untuk CBR 250

 Honda CBR 250 th 2014, masih single cylinder

Banyak yang gigit jari dibalik rilisnya all new CBR250 baru-baru ini. Maklum harapan adanya perubahan di sektor mesin dari satu silinder menjadi dua silinder tidak dikabulkan Honda. Padahal sudah menjadi rahasia umum, kalau pasar, utamanya Indonesia, lebih demen mesin dua silinder ketimbang mesin satu silinder. meskipun pada kenyataannya di lintasan kejurnas IRS 250 cc, Honda CBR 250 begitu mendominasi atas lawannya, Ninja 250. Cost production yang bakal membengkak bisa jadi menjadi satu alasan tersendiri mengapa pihak Honda seakan tidak menggubris keinginan tersebut.

Honda Rebel dengan engine twin cylinder (topspeed.com)

Jika memang demikian, mengapa Honda tidak mengambil jalan instan dengan memasukkan motor twin cylinder yang sudah ada ? Misalnya Honda Rebel. Memang sih, kubikasi Honda Rebel sebenarnya masih kurang dari 250cc melainkan 234cc. Dan lagi Honda Rebel bukanlah motor sport layaknya Honda CBR 250 maupun Ninja 250. Tapi setidaknya aura twin cylinder yang dibawa sedikit banyak akan mengobati kegalauan para penikmat Honda, harapannya.

Twin cylinder engine, pengobat lara (top speed.com)

Honda Rebel adalah motor clasic cruising bertema lowrider dalam balutan desain retro yang elegan. Pada kasus ini sepertinya klop dengan selera para enthusiast Honda CB yang akhir-akhir ini keberadaanya brgitu menghangat, imho.Mungkin nggak ya mereka bakal tertarik dengan motor ini ?

Gimana ? keren kan ? (totalmotorcycle.com)

Bermesin twin cylinder 234cc SOHC 4 langkah, dengan pendingin udara serta transmisi lima percepatan, jangan berharap terlalu banyak dengan power yang dihasilkan. Tapi sepertinya itu bukan masalah berarti, karena pada segmen ini (classic cruising) power bukanlah segala-galanya. Kenyamanan, suara mesin berkarakter nan halus, durabilitas yang tinggi tapi tetap low maintenance serta harga bersahabat merupakan kelebihan dari Honda Rebel itu sendiri. Serta jangan lupa dengan nama besar Honda yang terkenal keiritannya, motor inipun terhitung sangat irit untuk motor dengan kubikasi sebesar itu.  Setidaknya 1 liter dapat digunakan untuk menempuh jarak 36km. Satu hal lain, selain power, yang patut disayangkan, frame yang masih semi double cradle sepertinya agak kurang gimanaaa gitu... but overall, Honda Rebel 250cc sepertinya masih cukup recomended sebagai tandem Honda CBR250.

Last, cmiiw...


readmore »»  

KRISBOW Rainsuit Kualitas Mengecewakan

KRISBOW, merk ternama di kalangan mainstream

Singkat cerita saja. Waktu kemarin hujan lebat saya mencoba memakai mantel hujan (rainsuit) merk KRISBOW. Merk yang cukup ternama dikalangan mainstream. Sayang baru beberapa ratus meter beranjak dari rumah air sudah mulai menembus kaos dan menyentuh kulit.

Air tembus, totally failed !!!

Sesampainya di lokasi tujuan, badan sudah basah kuyup. Duh, berasa pakai jaket kain biasa. Air hujan tembus tanpa basa-basi. Benar-benar kualitas yang mengecewakan dari KRISBOW.

last, cmiiw...

readmore »»  

Perbaikan Jembatan Kali Silandak - Kalibanteng Semarang, U-ditch yang Ditunggu Sudah Datang

U-Ditch datang, semoga proyek lekas selesai

Secara kebetulan sekali, setelah kemarin membahas proyek perbaikan jembatan kali silandak pada artikel Case Perbaikan Jembatan Kali Silandak - Kalibanteng Semarang, Project Planning Amburadul untuk yang Kesekian Kalinya, pagi ini nampak aktifitas di lokasi proyek lebih sibuk dari hari-hari sebelumnya. Hal ini tak lepas dari kedatangan rombongan u-ditch berukuran besar yang siap untuk dipasang. Di lapangan juga sudah standby satu buah mobil crane besar untuk mobilisasi u-ditch.

 U-ditch berukuran besar + crane + tronton, beraktifitas di jam padat @_@

Hal ini patut disyukuri mengingat terbengkalainya proyek selama berminggu-minggu kemarin mungkin disebabkan oleh material U-Ditch yang tidak ready, cmiiw. Jika memang demikian maka sangatlah aneh, mengapa proyek yang mengganggu hajat hidup orang banyak bisa meleset pada persiapan material utamanya. Tidak adakah planning alternatif untuk mengantisipasi jika proyek mengalami masalah dalam pelaksanaannya ?

Arah surabaya macet panjaaaannnggg....

Anyway, kedatangan U-Ditch tersebut sedikit memberikan harapan bahwa proyek akan segera bisa diselesaikan. Sayangnya (masih ada satu hal yang mengganjal), mengapa pemasangan U-Ditch dilakukan pada jam super sibuk ? pukul 07.00 pagi ! why ? ngejar dateline kah ? biaya lebih murah ketimbang dilakukan malam hari ? ah, terlalu...

last, cmiiw...


readmore »»