Tampilkan postingan dengan label proyek amburadul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label proyek amburadul. Tampilkan semua postingan

Perbaikan Jembatan Kali Silandak - Kalibanteng Semarang, U-ditch yang Ditunggu Sudah Datang

U-Ditch datang, semoga proyek lekas selesai

Secara kebetulan sekali, setelah kemarin membahas proyek perbaikan jembatan kali silandak pada artikel Case Perbaikan Jembatan Kali Silandak - Kalibanteng Semarang, Project Planning Amburadul untuk yang Kesekian Kalinya, pagi ini nampak aktifitas di lokasi proyek lebih sibuk dari hari-hari sebelumnya. Hal ini tak lepas dari kedatangan rombongan u-ditch berukuran besar yang siap untuk dipasang. Di lapangan juga sudah standby satu buah mobil crane besar untuk mobilisasi u-ditch.

 U-ditch berukuran besar + crane + tronton, beraktifitas di jam padat @_@

Hal ini patut disyukuri mengingat terbengkalainya proyek selama berminggu-minggu kemarin mungkin disebabkan oleh material U-Ditch yang tidak ready, cmiiw. Jika memang demikian maka sangatlah aneh, mengapa proyek yang mengganggu hajat hidup orang banyak bisa meleset pada persiapan material utamanya. Tidak adakah planning alternatif untuk mengantisipasi jika proyek mengalami masalah dalam pelaksanaannya ?

Arah surabaya macet panjaaaannnggg....

Anyway, kedatangan U-Ditch tersebut sedikit memberikan harapan bahwa proyek akan segera bisa diselesaikan. Sayangnya (masih ada satu hal yang mengganjal), mengapa pemasangan U-Ditch dilakukan pada jam super sibuk ? pukul 07.00 pagi ! why ? ngejar dateline kah ? biaya lebih murah ketimbang dilakukan malam hari ? ah, terlalu...

last, cmiiw...


readmore »»  

Case Perbaikan Jembatan Kali Silandak - Kalibanteng Semarang, Project Planning Amburadul untuk yang Kesekian Kalinya

jalan nasional, jalan arteri, jalan kelas-1, bisa-bisanya jadi jalan kampung selebar 4 meter

Seperti yang duluuu pernah ditulis di sini, Manajemen Proyek Jalan Raya yang Amburadul, tentang proyek-proyek dalam hubungannya dengan sarana dan prasarana lalu lintas yang terkesan asal-asalan dalam perencanaannya, ternyata memang sudah menjadi penyakit kronis di negeri ini.

Kasus terakhir yang teramat sangat mengganggu adalah tentang perbaikan Jembatan Kali Silandak - Kalibanteng Semarang. Tergambar bagaimana tidak profesionalnya proyek tersebut. Baik dalam perencanaannya maupun pelaksanaanya di lapangan. Apakah tidak dipikirkan sebelumnya bahwa status  jalan tersebut adalah Jalan Nasional, bukan gang kampung, yang sewaktu-waktu bisa dikerjakan proyek padanya? Apakah tidak dipikirkan bahwa jalan Nasional adalah jalan yang sangat penting kedudukannya pada sebuah negara? Apakah tidak dipikirkan bahwa jalan Nasional itu berpengaruh dengan kegiatan perekonomian sebuah negara ? Tidak hanya Jalan Nasional, Jalan Siliwangi sebelum kalibanteng - semarang juga bisa dikategorikan sebagai jalan Arteri dan jalan kelas-1. Jadi, sangat penting kedudukannya.

Bayangkan, jika jalan dengan status seperti di atas kemudian dipangkas kedudukannya layaknya jalan kampung. Bayangkan, jalan yang semestinya bisa dilalui kendaraan-kendaraan besar seperti bus, tronton dll, kemudian lebarnya dikurangi menjadi 4 meter-an saja, apakah masuk akal ? parahnya, proyek yang boleh dibilang skala kecil tersebut, sudah sebulan lebih gak rampung-rampung. Parah !


readmore »»